Benang Penghubung Kita

 Cinta sulit dipercaya, tanyakan pada siapapun yang sedang jatuh cinta.
Kehidupan ini juga sulit dipercaya, tanyakan pada ilmuwan manapun.
Tuhan juga sulit dipercaya, tanyakan pada siapapun yang memercayainya.
Kenapa Anda tidak menerima hal-hal yang sulit dipercaya?
 Yann Martel, Life of Pi 



Kenapa kita tidak bisa menerima hal-hal yang sulit dipercaya?

* * *

Untukmu yang selalu mendengarkanku,

Seseorang pernah berkata, bahwa manusia bisa saja terikat oleh takdir satu sama lain meski mereka tidak bersama-sama. Walau masing-masing berada di tempat berbeda, tapi seolah ada seuntai benang yang akan selalu menghubungkannya. Kau tahu mengapa itu bisa terjadi? Karena di dalam hatinya, mereka tidak pernah saling menghilangkan. Entah itu terhubung melalui doa, melalui janji, dan juga, melalui cinta.

Akan terasa salah bila kukatakan bahwa aku tidak pernah mengingatmu meski hanya sebentar saja. Di antara kita memang sudah tidak ada ikatan apapun, tapi untukmu yang dahulu setia mendengarkan, izinkan aku untuk sekejap berharap kau akan meluangkan waktu untuk menemaniku bercerita walau kutahu kau takkan memberi jawaban. 

Seperti dulu,
Kau yang hanya akan balas tersenyum kepadaku tentang segala hal yang kukatakan. Dan aku yang harus bertanya kepadamu dengan berulang tentang apa yang baru saja kau katakan, sebab sering kali aku tak dapat mendengar suaramu. 

Sejujurnya, aku rindu. 


* * *

Seperti yang sudah kukatakan padamu sebelumnya, mungkin perjalananku dengan laki-laki yang saat ini bersamaku adalah pilihan untuk yang terakhir kalinya. Aku memutuskan menikah dengan laki-laki itu. Seseorang yang sama sekali baru dalam hidupku, dan juga bukan seseorang yang kau kenal. Dia kutemui di saat yang kurasa tepat untuk mengobati luka lama, beranjak dari kisah yang lalu menuju cerita yang baru.

Meski menyakitkan untukmu, tapi inilah kenyataannya.
Aku telah berhasil memberikan kesempatan pada hati yang siap menerima meski tidak dalam kondisi yang sepenuhnya utuh. Kuharap, kau pun dapat melakukannya, membahagiakan seseorang di sisimu meski pada awalnya tidak kau inginkan. Aku percaya padamu.

Aku memang tidak bisa merasakan apa yang tengah kau rasakan, sebab aku tidak pernah berada di posisimu. Namun bila keadaannya berputar, entah apa yang harus kurasakan mendengar kabar itu, apakah aku harus berbahagia untukmu, ataukah aku justru merayakan rasa sakit hati bersama semua kenangan yang dulu kita lalui bersama.

Benang penghubung itu kuharap ada untuk kita, sesuatu yang tidak pernah membuat kita terpisah meskipun kita tidak bersama, walau kita ada di tempat dan waktu yang berbeda. Berjanjilah padaku untuk selalu berbahagia, tetap berani dan percaya diri dalam menghadapi apapun.

* * *

Saat ini, aku sedang memikirkan sesuatu tentang pernikahan. Aku tidak menyesalinya, tidak pernah, inilah pilihanku, dan aku bertanggung jawab untuk itu. Aku hanya sedang merenung, but i can't go back then.

Dia, laki-laki itu, dan aku, kurasa kami terpisah. Meski hati telah memantapkan untuk melangsungkan pernikahan, tapi kami tidak pernah merasa terhubung satu sama lain. Bahkan dalam rencana pernikahan sekalipun, aku dengan pernikahanku, dan dia dengan pernikahannya. Kami seolah memiliki agenda masing-masing. Yang pasti, di saat itu dia hadir dalam acaraku, begitu pun aku hadir dalam acaranya.

Kau tahu? 
Bukan seperti ini pernikahan yang kuimpikan. Bukan tentang seberapa mewah pesta itu berlangsung, bukan berapa banyak tamu yang hadir, dan bukan tentang segala kemeriahan yang biasanya terjadi. Aku hanya sedang berharap, andai dapat kuputar waktu, aku harap kami bisa saling bicara.

Berbicara tentang bagaimana rencana pernikahan itu akan dilaksanakan, apa yang harus kami siapkan berdua, bukan sepenuhnya mengandalkan keluarga untuk sesuatu yang sebenarnya milik kami. Dia bukan orang yang seperti itu, doktrinasi yang dia terima membuatnya seolah menutup mata tentang apa yang kuinginkan.

Sedih, mungkin tidak tepat bila aku rasakan itu.
Menyesal, sangat kasar bila kukatakan aku menyesal.
Marah, rasanya tak ada hak bagiku untuk marah.
Aku hanya merasa bingung tentang apa yang seharusnya kulakukan saat ini.

Sedikit banyak, mungkin ceritaku kali ini tidak dapat kau pahami, tapi percayalah, aku sangat senang dapat membagikannya padamu dan kau pun bisa meluangkan waktumu untukku.

Tapi kuyakin, kau sedang tersenyum mendengar ceritaku saat ini.
Terima kasih, selalu.



-Blue Butterfly-

Komentar