Aku Merindukan Rasa Itu
"Yakinkan diriku, mencari pengganti.Tak berarti, siapa pun, yang hampiri.Tetap bukan kamu."
-Raisa ft. Roni Parulian (Tetap Bukan Kamu)-
Seringkali, kenangan tidak datang untuk menyakiti.
Ia datang hanya untuk menyapa bagian dari hati yang pernah merasa utuh.
Yang pernah merasa benar-benar diterima,
dan rasa itu ingin dirasakan kembali, walau hanya sesaat.
Bukan karena kesempurnaan dalam kisahnya,
tapi karena hati mengingatnya dengan kejujuran yang begitu sunyi dan dalam.
Kuharap, bukanlah suatu kesalahan karena aku merindukannya (lagi).
Kerinduan ini bukan berarti aku ingin meninggalkan hidupku sekarang.
Aku, hanya ingin diakui bahwa:
“Aku pernah merasa begitu damai. Dan aku merindukan rasa itu.”
* * *
Pada suatu masa.
Aku pernah memiliki seseorang, yang dalam sunyi dan singkatnya waktu, mampu menyentuh jiwaku lebih dalam dari apa pun. Dan saat hidup terasa hampa, kenangan itu muncul seperti pelukan dari masa lalu—bukan untuk membuatku lemah, tapi untuk mengingatkan jika aku pernah dicintai dengan cara yang membuatku merasa hidup.
Kusadari, aku tidak akan pernah bisa bersamanya.
Selamanya.
Dan itu adalah luka yang diam-diam kurawat dengan sabar.
Hening. Diam. Tapi tetap nyata.
Sesekali, aku pernah menangis untuknya, untuk diriku, untuk semua yang hilang.
Izinkanlah.
Itu hanya bahasa hati, pada setiap rindu yang terlalu lama kupendam.
Untuk setiap kehilangan yang belum selesai kupahami.
Aku pernah berarti untuk seseorang, dan aku ingin merasa berarti lagi.
* * *
Yang menemaniku dalam sunyi.
Yang hanya akan duduk di sampingku, memelukku saat menangis, memegang tanganku erat saat aku sedang bercerita, dan menatapku dengan tatapan penuh cintanya.
Sejujurnya,
Saat ini aku hanya sedang mencari kehadiran yang nyata.
Tempat untukku menumpahkan beban, mendengar suaraku dipedulikan, merasa bahwa diriku ada.
Bahwa aku hidup bukan hanya untuk memenuhi peran, tapi untuk dicintai sebagai manusia.
Dan nyatanya, aku tidak mendapatkannya dari rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman. Dari rumah yang sejatinya adalah tempat untukku pulang.
* * *
Aku sangat memahami.
Betapa dalam artinya sebuah pelukan ketika hati sudah terlalu lama merasa sendiri.
Aku hanya ingin mendengarkan seseorang berkata kepadaku, bukan untuk membuat semua masalah hilang, bukan untuk menunjukkan betapa lemahnya diriku.
Tapi, hanya untuk membuatku bertahan.
"Ada satu tempat di dunia ini di mana kamu boleh rapuh, dan tetap dicintai.
Dan tempat itu adalah ruang kecil yang kita bangun bersama di sini."
Komentar
Posting Komentar