Waktu Yang Tepat
“Bukan seberapa lama kau mengenal seseorang untuk merasa jatuh cinta padanya, melainkan, bagaimana caramu menaklukan dua beda menjadi satu jiwa dalam suatu keyakinan.”
Tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita dapatkan.
Tidak semua harapan yang kita rencanakan bisa terwujud menjadi kenyataan.
Dan, tidak semua cinta yang kita semaikan, akan dibalas dengan kasih sayang.
Sebab, seringkali semesta punya caranya sendiri untuk memberikan takdir terbaik pada hidup setiap insan manusia.
"Kita hanya sedang menunggu waktu yang tepat."
* * *
Jatuh cinta padamu bukan sesuatu yang menjadi keinginanku. Tidak pernah terlintas bahwa seseorang yang kutemui melalui pertemuan awal yang singkat itu, akan membuatku terikat dalam jalinan perasaan yang menautkan hati kita secara perlahan. Mengubah ketidakpercayaan diri untuk kembali membuka hati pada seseorang yang tanpa kutahu akan membahagiakanku, atau justru membuat kesedihan itu terulang kembali.
Kamu tahu?
Betapa sulit untuk memercayakan hati kembali setelah berulang kali merasakan pedihnya disakiti dan dikhianati.
Dan aku tahu.
Betapa sulitnya kamu membuatku percaya dengan semua keyakinanmu tentang diriku, tentang membangun kepercayaan itu terhadapmu. Mengubah aku dan kamu, menjadi kita pada suatu hari.
* * *
Benar kata orang.
Lebih sulit mengungkapkan perasaan ketika kita merasa bahagia, dan akan sangat mudahnya kita mencurahkan isi hati di saat kita merasa sedih.
Seperti itu pula aku, saat menceritakan tentang kamu.
Tapi, tanpa rangkaian kata yang mungkin akan membuang habis waktumu, aku harap kamu mengerti maksud dari ucapanku saat ini.
* * *
Kamu adalah manusia yang benar-benar baru dalam hidupku. Dengan segala yang kamu miliki, semua hal yang kamu lakukan, dan setiap peristiwa yang kamu lalui dalam hidupmu, membuatku menyadari perasaan baru dengan memahami semua itu.
Hari berganti, minggu berlalu, bulan berjalan, dan tahun yang menuntun, membimbing kita pada keyakinan, menetapkan hati untuk bertahan pada satu pilihan.
Aku memilihmu.
Kamu tidak perlu tahu seberapa besar perasaan itu tumbuh, tapi aku ingin kamu tahu bahwa kini, mungkin aku tidak bisa tanpa kamu. Karena bersamamu saat ini, aku kembali percaya bahwa tidak semua yang kita harapkan kehadirannya akan menyertai kita pada akhirnya, dan kebahagiaan itu justru hadir bersama seseorang yang dikirimkan Tuhan sekalipun tidak kita harapkan pada awalnya, hanya ketika kita percaya untuk menyerahkan segala urusan hati kepada Dia sebagai pemiliknya.
* * *
Aku tahu, tidak semua yang kita lalui adalah kebahagiaan. Ada banyak hal yang tidak menyenangkan, sudah dan akan kita hadapi bersama ke depannya, tapi kuharap, jangan pernah lepaskan genggaman tangan ini.
Terima kasih untuk semua kesabaran, kasih sayang, dan perasaan cinta yang kamu berikan untukku selama ini. Semoga semua pengorbanan yang kita lakukan akan menuntun kita pada akhir kisah yang bahagia. Mengikat janji suci yang akan membawa kita pada ikatan pernikahan yang dihalalkan agama, disahkan negara, dan direstui keluarga.
* * *
Jika bukan saat ini, mungkin semesta sedang mengajarkan kita untuk menunggu waktu.
Waktu yang tepat.
-Blue Butterfly-
Komentar
Posting Komentar