Perjalanan Cinta

"Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. 
Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad."
-Khalil Gibran-


Seseorang bertanya padaku:
"Percayakah kau akan cinta pada pandangan pertama?"

*  *  *

Bagiku, cinta bukanlah tentang waktu. 
Bukan tentang seberapa lama kita mengenal seseorang, mendekatkan diri dengan satu atau beberapa lainnya dalam hubungan yang tanpa tahu akan kita sebut apa. Membiarkan suatu rasa terbentuk, mengikat hati, dan mengaliri nadi dalam setiap tarikan napas.

Tak pernah menduga kapan cinta datang.
Hari ini, besok, lusa, bahkan pada bilangan waktu yang entah. 
Kita tak pernah tahu. 
Cinta datang pada siapa saja tanpa bisa kita rencanakan.
Dan satu hal, perantaranya sungguh tidak terduga, apa saja bisa mendatangkan cinta.

*  *  *

Dari sekian banyak waktu yang dilalui bersama, entah itu dalam masa singkat yang kita sebut perkenalan, atau dalam masa pendekatan, maupun suatu hubungan persahabatan yang berujung pada cinta, percayakah tentang satu hal ini?
Bahwa, ternyata hanya diperlukan satu waktu bagi kita memiliki alasan untuk mengatakan "aku telah jatuh cinta".

Lalu, ada apa dengan istilah sahabat jadi cinta?
Apakah selama menjalin persahabatan sudah muncul perasaan cinta?
Tidak.
Rasa itu akan muncul dan berani untuk diakui ketika terjadi satu peristiwa yang menyadarkan kita, bahwa rasa saling ingin memiliki itu ada. 
Perjalanan panjang sebuah persahabatan, dengan banyaknya waktu yang dihabiskan bersama, memberi jeda kepada hati dan jiwa untuk menyadari bahwa ada suatu ruang yang akan hampa ketika kita tanpa dirinya. 

Tentang cinta pada pandangan pertama, apa itu nyata?
Tentu, dan aku mengalaminya.
Cinta yang jatuh dari pandangan, bukan tidak mungkin akan berjalan panjang.
Adanya kesesuaian hati, pemikiran, dan tujuan hidup bisa menjadi alasan kebersamaan itu akan tetap dipertahankan.
Sama-sama menyadari, dengan tulus menautkan hati, menyatukan dua kepala yang semula asing bahkan mengenal pun tak saling.

*  *  *

Jadi, bukan seberapa lama kau mengenal seseorang untuk merasa jatuh cinta padanya, melainkan, bagaimana caramu menaklukan dua beda menjadi satu jiwa dalam suatu keyakinan.




-Blue Butterfly-

Komentar